Kamis, 14 Februari 2019

Beasiswa Bazma Pertamina


Inilah Saya Bagi Keluarga ?

                Nama Muh. Jasrin Sarif biasa dipanggil Orin, asal daerah Kendari. Saat ini sedang merantau untuk melanjutkan studi pada jenjang perguruan tinggi di Kota Bandung, tepatnya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saya lahir dari seorang rahim ibu yang sangat mulia sebagai anak kedua dari dua bersaudara (anak bungsu), terdapat hal yang menarik yakni menjadi anak bungsu bukan hal yang harus dibanggakan berlebihan apalagi dipamerkan tapi mesti disyukuri karena terlahir didunia.
                Menjadi anak yang paling muda bukan berarti didikan orang tua sangat istimewa kepada saya, nyatanya tidak seperti itu. Boleh dikata kami (saya dan kakak) dididik sangat ulet dan tidak neko-neko apalagi dalam urusan sopan santun, kepercayaan/agama, kekeluargaan, kebersamaan, pendidikan, budaya dan lainnya. Hal inilah yang menjadikan saya bisa tumbuh dan menyongsong mimpi serta harapan sebagai pegangan, demi masa depan yang lebih baik. 
                Tumbuh dan besar dikeluarga yang berkecukupan, tidak membuat saya berpuas diri apalagi merasa cukup akan hal yang dicapai orang tua sampai saat ini. Saya bertekad dan mempunyai harapan yang kuat untuk membanggakan kedua orang tua serta sanak keluarga yang senantiasa menitipkan doanya kepada saya dalam setiap ibadah yang mereka lakukan.
                Harapan itulah yang saya bawa ketika melanjutkan studi di luar Pulau Sulawesi. Karena saya yakin dan percaya banyak dorongan harapan serta doa terbaik dari keluarga yang dititipkan kepada saya, guna mewujudkan dan melanjutkan generasi penerus yang lebih baik di kampung halaman. 

Kontribusi yang telah, sedang dan yang akan saya berikan kepada indonesia?

                Berdasarkan pengalaman pribadi saya, salah satu kontribusi yang telah saya lakukan untuk indonesia yang sangat terasa adalah selama menjadi siswa SMK, saat menjalani kegiatan magang disebuah perusahaan konsultan dan kontraktor di daerah Kendari. Pada perusahaan yang saya tempati tersebut, membuat kebijakan yang  memberikan kesempatan kepada saya, untuk mengawas dan ikut membantu sebuah proyek pelabuhan atau dermaga kapal laut pada sebuah daerah di pulau yang cukup terkenal akan keindahan alam sanubarinya.
                Kesempatan berharga tersebut tidak saya sia-siakan, karena disanalah saya banyak belajar, medapatkan tantangan, berkomunikasi dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih, utamanya yang sesuai dengan bidang saya, serta banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat setelah pelabuhan/dermaga tersebut selesai diresmikan dan dapat digunakan. 

                Sedangkan untuk saat ini, kontribusi yang sedang saya berikan kepada indonesia salah satunya berupa melanjutkan dan mejalani masa studi atau kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN-UPI) di Indonesia. Institusi perguruan tinggi ini sangat melekat kaitannya dengan bidang pendidikan, yang banyak melahirkan tenaga pendidik berkualitas dan kompeten.
                Ada tiga moto kampus saya yaitu Ilmiah, Edukatif dan Religius. Ketiga moto tersebut saling bersinergi menjadi pionir perubahan pendidikan indonesia kearah yang lebih baik.
               
                Setiap insan yang diciptakan dan dilahirkan kedunia pasti mempunyai tujuan dan manfaat yang bisa ditebarkan, itulah manusia yang seutuhnya. hal tersebut yang mendorong keyakinan saya untuk berbuat dan mau melakukan kontribusi, khususnya akan saya lakukan untuk indonesia. 

                Perihal kontribusi yang akan saya lakukan kedepannya bersama harapan-harapan dalam diri, yakni mengejar ketertinggalan daerah saya dalam urusan pendidikan (menjadi tenaga pendidik intelektual dan pendamping masyarakat), membuat serta mengelola pendidikan didaerah saya makin baik, dengan kapasitas yang saya miliki sebagai agent of change dan apa yang telah saya pelajari selama masa studi di perguruan tinggi, akan saya berdayakan.

                Saya punya sepenggal motivasi yang sangat berkesan dan membekas sampai sekarang, yaitu “jadilah mata air yang jernih bagi seluruh kehidupan“ sehingga menjadikan hal tersebut sebagai acuan saya dalam menjalani hidup.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;