Inilah Saya Bagi Keluarga ?
Nama
Muh. Jasrin Sarif biasa dipanggil Orin, asal daerah Kendari. Saat ini sedang
merantau untuk melanjutkan studi pada jenjang perguruan tinggi di Kota Bandung,
tepatnya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saya lahir dari seorang
rahim ibu yang sangat mulia sebagai anak kedua dari dua bersaudara (anak
bungsu), terdapat hal yang menarik yakni menjadi anak bungsu bukan hal yang
harus dibanggakan berlebihan apalagi dipamerkan tapi mesti disyukuri karena
terlahir didunia.
Menjadi
anak yang paling muda bukan berarti didikan orang tua sangat istimewa kepada
saya, nyatanya tidak seperti itu. Boleh dikata kami (saya dan kakak) dididik
sangat ulet dan tidak neko-neko apalagi dalam urusan sopan santun, kepercayaan/agama,
kekeluargaan, kebersamaan, pendidikan, budaya dan lainnya. Hal inilah yang
menjadikan saya bisa tumbuh dan menyongsong mimpi serta harapan sebagai
pegangan, demi masa depan yang lebih baik.
Tumbuh
dan besar dikeluarga yang berkecukupan, tidak membuat saya berpuas diri apalagi
merasa cukup akan hal yang dicapai orang tua sampai saat ini. Saya bertekad dan
mempunyai harapan yang kuat untuk membanggakan kedua orang tua serta sanak
keluarga yang senantiasa menitipkan doanya kepada saya dalam setiap ibadah yang
mereka lakukan.
Harapan
itulah yang saya bawa ketika melanjutkan studi di luar Pulau Sulawesi. Karena
saya yakin dan percaya banyak dorongan harapan serta doa terbaik dari keluarga
yang dititipkan kepada saya, guna mewujudkan dan melanjutkan generasi penerus
yang lebih baik di kampung halaman.
Kontribusi yang telah, sedang dan
yang akan saya berikan kepada indonesia?
Berdasarkan
pengalaman pribadi saya, salah satu kontribusi yang telah saya lakukan untuk
indonesia yang sangat terasa adalah selama menjadi siswa SMK, saat menjalani
kegiatan magang disebuah perusahaan konsultan dan kontraktor di daerah Kendari.
Pada perusahaan yang saya tempati tersebut, membuat kebijakan yang memberikan kesempatan kepada saya, untuk
mengawas dan ikut membantu sebuah proyek pelabuhan atau dermaga kapal laut pada
sebuah daerah di pulau yang cukup terkenal akan keindahan alam sanubarinya.
Kesempatan
berharga tersebut tidak saya sia-siakan, karena disanalah saya banyak belajar, medapatkan
tantangan, berkomunikasi dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih, utamanya yang
sesuai dengan bidang saya, serta banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh
masyarakat setelah pelabuhan/dermaga tersebut selesai diresmikan dan dapat
digunakan.
Sedangkan
untuk saat ini, kontribusi yang sedang saya berikan kepada indonesia salah
satunya berupa melanjutkan dan mejalani masa studi atau kuliah di salah satu
perguruan tinggi negeri (PTN-UPI) di Indonesia. Institusi perguruan tinggi ini
sangat melekat kaitannya dengan bidang pendidikan, yang banyak melahirkan
tenaga pendidik berkualitas dan kompeten.
Ada
tiga moto kampus saya yaitu Ilmiah, Edukatif dan Religius. Ketiga moto tersebut
saling bersinergi menjadi pionir perubahan pendidikan indonesia kearah yang
lebih baik.
Setiap
insan yang diciptakan dan dilahirkan kedunia pasti mempunyai tujuan dan manfaat
yang bisa ditebarkan, itulah manusia yang seutuhnya. hal tersebut yang
mendorong keyakinan saya untuk berbuat dan mau melakukan kontribusi, khususnya
akan saya lakukan untuk indonesia.
Perihal
kontribusi yang akan saya lakukan kedepannya bersama harapan-harapan dalam
diri, yakni mengejar ketertinggalan daerah saya dalam urusan pendidikan
(menjadi tenaga pendidik intelektual dan pendamping masyarakat), membuat serta
mengelola pendidikan didaerah saya makin baik, dengan kapasitas yang saya
miliki sebagai agent of change dan apa
yang telah saya pelajari selama masa studi di perguruan tinggi, akan saya
berdayakan.
Saya
punya sepenggal motivasi yang sangat berkesan dan membekas sampai sekarang,
yaitu “jadilah mata air yang jernih bagi seluruh kehidupan“ sehingga menjadikan
hal tersebut sebagai acuan saya dalam menjalani hidup.

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact